Selasa, 18 Juni 2019

Ahli Menyatakan Sembilan Hakim Konstitusi Independen Dan Bisa Dipercaya


Sembilan Hakim Konstitusi yang memeriksa dan mengadili perkara sengketa hasil Pilpres 2019 di MK adalah sosok yang dapat dipercaya. Bahkan pengawasannya pun juga terbuka dan transparan.

“Dalam opini saya, mereka semua adalah sosok yang dapat dipercaya, pengawasan di MK pun juga terbuka dan transparan,” ujar  Ahli Hukum Tata Negara (HTN), Bivitri Susanti dalam sebuah diskusi, di Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Kesembilan hakim MK dapat dipercaya, terlihat dari putusannya yang turut menyertakan pertimbangan dan alasannya, sehingga publik dapat secara jelas dan leluasa membaca putusan MK. Hakim-hakim tersebut juga dapat dipastikan independen dan tidak terpengaruh oleh intervensi maupun tekanan dari pihak mana pun.

“Publik dengan leluasa dapat membaca putusan MK, termasuk putusan terkait sengketa perkara pilpres ini nantinya. Putusan ini berada di ruang transparan, sehingga kita semua bisa melihat bagaimana pertimbangan dan bagaimana putusan itu diambil,” ujar Bivitri.

Bivitri mengungkapkan, bila dalam putusan terjadi ketidaksepakatan di antara hakim, maka hakim yang tidak sepakat dapat menuangkan pendapatnya melalui opini berbeda (dissenting opinion) di dalam putusan. “Oleh sebab itu saya yakin sembilan hakim ini dapat dipercaya, karena apa yang mereka putuskan dapat sangat jelas dibaca pertimbangan dan alasannya,” ujar Bivitri.

Hakim konstitusi yang mengadili perkara sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 diketuai oleh Anwar Usman, dengan anggota Aswanto, I Dewa Gede Palguna, Arief Hidayat, Manahan Sitompul, Wahiduddin Adams, Suhartoyo, Saldi Isra, dan Enny Nurbaningsih.

Kesembilan hakim konstitusi ini berasal dari tiga lembaga pengusul yang berbeda yaitu Mahkamah Agung, DPR, dan Pemerintah. Kendati demikian, kesembilan hakim konstitusi ini harus bersikap independen dan tidak terpengaruh pihak mana pun.

Ketua Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman, sebelum sidang perkara sengketa Pilpres 2019 digelar, menyatakan bahwa dirinya beserta seluruh hakim konstitusi tidak akan terpengaruh apalagi takut dengan intervensi atau tekanan mana pun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar